Memories in Vietnam ─ part 1

14 July, 2014

 

Air rahmat-Nya pun jatuh, berselimut kelabu

Aroma lembab berbaur dengan sejuknya rinai gerimis

Membasahi dedaunan di seberang jendela ruanganku

Mengiringi tersembunyinya sang surya yang malu

 

Menguak kenangan akan sepuluh bulan terlewat

Ketika Dia mengetuk sanubari imanku dengan sebuah jalan indah

Semilir lembabnya angin menggulirkan perjalanan lalu

Menuju negeri tak bertuhan, menikmati terketuknya iman

 

Lembab yang sama, merasuk hidung menggelayut perlahan

Hangat yang sama, merasuk hati menyelimut hingga sanubari

 

Allahu … serasa peluh mata ini merasuk hati

Seberkas iman yang ku bawa berasa bagai debu

Kewajiban yang selalu ku tunda, Kau ketuk dengan sempurna

Layaknya air rahmat-Mu yang basahi daun kayu manis ini

 

Panggilan cinta-Mu … merindu sampai merasuk denyut nadi

Ucap ‘Alhamdulillah’ tak cukup ketika sayup panggilan cinta-Mu bersaut

Peluh mata pun tak cukup ungkapkan rindu ini

Merindu … seperti inikah merindu cinta-Mu

 

Allahu … jadikan aku hamba-Mu yang senantiasa merindu-Mu.

 

Yogyakarta, memories in Vietnam.

Near Ho Guom Lake, Ha Noi, Vietnam

Near Ho Guom Lake, Ha Noi, Vietnam

#MemelukPagi #MenggenggamMalam

Hidup itu beragam, dan jalannya gak lurus | jangan iri terhadap orang lain | Dia Maha Adil pada setiap hambaNya. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Tak jarang orang mencoba byk cara menyamakan kedudukan status sosial dirinya dengan orang lain | Dia Maha Pemberi Rezeki. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Jika orang lain lebih hebat, maka sifat iri dan ingin merasakan hal sama pun muncul | tak jarang penyakit hati bermuara pada penyakit fisik. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Jika orang lain berada di bawahnya, maka sifat sombong ingin dibilang “hebat” pun mulai tampak | Dia Maha Mengetahui setiap isi hati hambaNya. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Dia Maha Pemberi Rezeki | harta & jodoh sudah dituliskan sejak masih dalam alam ruh | tak perlu dipaksa. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (Qs. An Nahl: 53) | #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Endingnya udah dicatat detail, tinggal bagaimana kita memilih jalan mencapai rezekiNya. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Memilih jalan gapai rezekiNya itu kaya di persimpangan jalan | keliatan cuma pangkalnya aja, tanpa tahu aral melintang di tengahnya. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Jalan di pangkalnya mulus tak ada yang tahu jika di tengah banyak bebatuan bahkan jurang dan bau busuk menusuk tulang. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Jalan di pangkalnya berbatu dan menanjak, berkelok-kelok, namun ketika mencapai akhir sudah mulus tanpa cela. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Menggapai rezekiNya tinggal pilih jalan yang mana | Dia Maha Tahu dan Maha Pemberi Rezeki. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Tak jarang manusia meminta lebih dari apa yang dia punya | tak bersyukur dan kufur nikmat pun merasuk daging dan tulangnya. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Dan ketika nikmat itu diambil oleh Pemilik Semesta | tak jarang manusia merasa bahwa dirinya mengalami “sial” dlm hidupnya. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Dia sedang menguji kesabaran setiap hambaNya | namun hanya beberapa saja yang sadar akan segelintir teguranNya. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

Kata “ikhlas” sepertinya belum merasuk ke daging dan tulang | ketika berlebih tak berbagi, ketika kehilangan galau setengah mati. #MemelukPagi #MenggenggamMalam

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (Qs. Adh Dhuha: 11) | #MemelukPagi #MenggenggamMalam

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. … | #MemelukPagi #MenggenggamMalam

 Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An Nahl: 18) | #MemelukPagi #MenggenggamMalam

“Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur. (Qs. Al Baqarah: 152) | #MemelukPagi #MenggenggamMalam

 

12:01 PM

Yogyakarta, 25 Juni 2014

 

Krisis Muslimah

Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh

Hanya bagian dari uneg2 yang tetiba hadir saat melihat kembali pencarian bakat mengatasnamakan “muslimah”. #KrisisMuslimah

Apa sih #KrisisMuslimah? Bukannya negara ini termasuk Muslim terbesar di dunia, kenapa krisis?

Ketika cantiknya seorang muslimah harus dijadikan ajang pertontonan untuk dinikmati khalayak ramai. #KrisisMuslimah

Ketika suara wanita mulai dijadikan suguhan bagi mereka yang tidak diperuntukkan menikmatinya. #KrisisMuslimah

Ketika hijab mulai dijadikan bagian dari tabarruj yang bersanding dengan make up yang sungguh mencolok mata. #KrisisMuslimah

Dimana bagian “mulia” bagi muslimah kini? Dimana “cantik” bagi muslimah kini? #KrisisMuslimah

Akankah hanya dengan menonjolkan tabarruj sosok muslimah menjadi “cantik”? #KrisisMuslimah

Akankah dengan memuntirkan kain hijabnya sosok muslimah dapat dikatakan “sederhana”? #KrisisMuslimah

Akankah dengan menunjukkan lekuk tubuh lalu sosok muslimah dapat dikatakan “mulia”? #KrisisMuslimah

Ketika seorang muslimah menjadi pusat perhatian karena outfitnya | akankah ini bentuk “perhiasan” dunia? #KrisisMuslimah

“Cantik” seorang muslimah hanya ditunjukan pada mahramnya | “mulia”nya dilihat dari bagaimana izzah iffahnya terjaga. #KrisisMuslimah

Dunia kini berasa #KrisisMuslimah | sosok muslimah sudah mulai dipertontonkan ‘gratis’ ke bukan mahramnya. =_=

Sosok muslimah yang dikatakan “perhiasan dunia” kini telah menjadi “patung antik” yang layak dipertontonkan. =_= #KrisisMuslimah

Pihak-pihak yang kudunya menjaga “cantik” dan menghormati “mulia”nya seorang muslimah, malah mendukung moment ini. =_= #KrisisMuslimah

Dan tak sedikit muslimah yang terlena akan kata ‘tenar’ dan berlomba-lomba menjadi bagian ‘under the spotlight’. =_= #KrisisMuslimah

Sungguh disayangkan rasa “malu” yang seharusnya menjadi pakaian seorang muslimah kini menguap entah kemana. #KrisisMuslimah

Dengan jaminan ‘tenar’ dan hadiah, seorang muslimah mengorbankan “malu”nya untuk dipertontonkan pada yg bukan mahramnya. =_= #KrisisMuslimah

“Malu”nya muslimah inshaa Allah hantarkan diri menuju Jannah-Nya | ‘tenar’ dunia hantarkan pada siksa. Na’udzubillah. )': #KrisisMuslimah

Wahai ukhti, yuk pertebal dinding iman | “malu”mu adalah pakaianmu. #KrisisMuslimah

Tak akan berbalas apapun jika ‘tenar’ dunia yang kau kejar | akan berbalas pahala jika “malu”mu kau jaga. :’) #KrisisMuslimah

Yuk, pahami “malu”mu, bentengi iman | seorang muslimah itu indah dan mulia jika “terjaga”. :’) #KrisisMuslimah

“Tenar vs malu” itu bentuk #KrisisMuslimah | “Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu” (HR Bukhari)

Semoga curhatan di atas menjadi muhasabah diri dan lingkungan kita wahai muslimah. :’)

twitter : @dsyrahma

facebook : dessi.rahma

Image

You Know Me, I Know You … Through Ta’aruf

Image

 

Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh,

 

Adakah yang ingin tahu serba serbi tentang ta’aruf? Ta’aruf itu apa? Seperti gimana kegiatannya? Dibutuhkan apa sih dalam ta’aruf?

Ada artikel menarik yang bisa disimak dengan mendownload file di link di bawah ini.

LINK : http://bit.ly/1ih1s6C

Jika bermanfaat silakan disebarkan dengan tidak menghilangkan nama penulis. Jika ada yang ingin ditanyakan dipersila untuk memberikan komentar di kolom komentar.

 

Wassalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Jadilah muslim(ah) yang pandai bersyukur …

1. Mungkin banyak muslim(ah) tak sadar bagaimana harusnya bersyukur bisa berada di negara dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam ini.

2. Syariat-Nya bisa ditegakkan tanpa harus memandang sikap orang lain dan tanpa harus mencari daerah tempat tinggal yang mendukung.

3. Panggilan cinta-Nya masih dapat kau dengarkan 5 kali dalam sehari | lantunanayat cinta-Nya menggema di seluruh sudut kota, bahkan desa.

4. Menutup aurat dengan leluasa tanpa harus merasa dicemooh bahkan dikucilkan dengan orang lain, karena toleransi.

5. Tanpa harus menempuh jarak berkilometer untuk menemukan masjid atau bahkan mushola, dan menjadi lebih dekat dengan-Nya.

6. Tanpa harus memikirkan mana halal dan haram dalam mengkonsumsi segala kebutuhan sehari-hari, dengan label halal yang bisa membantu konsumen memilih.

7. Coba renungkan sejenak, pernahkah berfikir tiba-tiba suara adzan tak kau dengar dalam 1 hari, atau bahkan lebih | bagaimana kau bisa menentukan waktu sholat?

8. Bagaimana jika kau harus menikmati Jummah Mubarok tanpa ada lantunan ayat-ayat cinta-Nya yg biasanya selalu terdengar mengiringi masuk waktu sholat Jumat?

9. Bagaimana jika kau jalankan syariat-Nya dengan menutup auratmu tapi orang lain menggunjingkanmu tak hanya di belakang, tapi juga di depanmu?

10. Bagaimana jika masjid terdekat denganmu adalah 11 km dari tempat kamu tinggal? Pernah berfikirkah kapan khotbah Jumat dimulai?

11. Bagaimana jika saat kau mencari makanan, tapi tak pernah ada label halal di produk yg ingin kau beli? Halal kah? Atau haram kah?

12. Jadilah muslim(ah) yang pandai bersyukur, tak banyak muslim(ah) di dunia ini yang seberuntung kita di negeri dengan mayoritas muslim ini.

13. Bukannya bangga dengan kebebasan menutup aurat dengan bersegera berhijab | usut punya usut malah aurat diumbar kemana-mana.

14. Bukannya bangga bagi muslim menjalankan sholat berjama’ah di masjid yang hanya tinggal jalan kaki | usut punya usut malah sholat ditunda, bahkan ada yg hingga bolong.

15. Bukannya bangga dengan menyegerakan wudhu untuk tunaikan sholat berjamaah | usut punya usut malah lebih mementingkan kepentingan dunia.

16. Bukannya bangga dengan menyegerakan berangkat sholat Jumat, saat adzan sudah berkumandang | usut punya usut malah bersegera datang setelah iqomah sudah dikumandangkan

17. Bukannya bangga dengan memilih produk dengan label halal | usut punya usut malah yang dipilih itu berdasarkan “yang penting enak, dan mengenyangkan perut”

18. Jadilah muslim(ah) yang banyak bersyukur, karena semua muslim di dunia memiliki kebebasan dan kelulasaan menjalankan syariat-Nya seperti kita.

19. Bersyukurlah mulai dari hal yang kecil, bersyukurlah dengan ikhlas menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

20. Bersyukurlah bahwa aku muslim, kamu muslim, kita Islam dan bangun diri bersama menjadi Ihsan.

@dsyrahma

Hanoi, 18-22 September 2013
Image

Kalau kamu lelah, cobalah tilawah.

Kalau kamu resah, segeralah tilawah.

Kalau kamu gelisah, hilangkan dengan tilawah.
Kalau kamu susah, mulailah tilawah.
Kalau kamu gundah, jangan lupa tilawah.
Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah.

Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah.
Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah.
Kalau matamu basah, segera tilawah.
Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah.

Kalau hatimu patah, teruslah tilawah.
Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah.
Kalau kamu merasa gagah, jangan lupakan tilawah.
Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah.

Kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah.
Kalau kamu tabah, seringlah tilawah.
Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah.
Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah.

Kalau hatimu berseri bak bunga merekah, seringlah tilawah.
Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah.
Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah.
Kalau ingin anak-anak salih dan salihah, ajari tilawah.

Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah.
Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah.
Kalau ingin mengunjungi Ka’bah, lantunkan tilawah.
Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah.

Kalau kamu malas tilawah, paksalah untuk tilawah.
Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah.
Kalau kamu tilawah, itulah jalan menuju jannah.

( Cahyadi Takariawan)

View on Path

♡♡Psikologi Anak♡♡

1. Ummi/abi… jangan risau apa yg belum bisa kulakukan, lihatlah apa yg sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku……

2. Ummi/abi… aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa beryanyi & selalu tersenyum ceria..

3. Ummi/abi…, jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini

4. Ummi/abi… jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah aku tidak pernah membandingkanmu dengan orang tua yg lain, aku hanya satu

5. Ummi/abi…, jangan bosan dengan pertanyaan2ku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tau…

6. Ummi/abi… jangan bentak2 aku, lihatlah aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak…

7. Ummi/abi…jangan ancam2 aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlah aku sedang belajar memahami keinginanmu

8. Ummi/abi…jangan lihat nilaiku yang rata2 atau biasa saja, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur lihatlah aku sudah berusaha

9. Ummi/abi… aku memang belum bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya..

10. Ummi/abi… aku memang kurang mengerti Matematika, tapi lihatlah aku suka berdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu..

11. Ummi/abi…. aku memang banyak kekurangan, tapi aku juga punya kelebihan, bantu aku, agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama..

12. Ummi/abi…,hubungan kita sepanjang Zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku…

13. Ummi/abi… aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dengan melihat yang terbaik darimu, sehingga aku bangga menyebut Namamu ..

14. Ummi/abi…semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku

View on Path