Tahukah kamu?

Pasti tahu tentang tanaman teh ‘kan? Pada umumnya, teh tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian antara 200-2000 meter diatas permukaan laut. Suhu cuaca antara 14-25 derajat celsius. Ketinggian tanaman dapat mencapai hingga 9 meter untuk Teh Cina dan Teh Jawa, ada yang berkisar antara 12-20 meter tingginya untuk tanaman Teh jenis Assamica.

Penyakit cacar daun teh adalah salah satu penyakit yang merugikan perkebunan teh, terutama perkebunan yang terletak di dataran tinggi. Penyakit teh ini sering dijumpai pada kebun teh yang terletak pada ketinggian 500-2000 m di atas permukaan laut (Soepadmo, 1972). Dan penyebab dari penyakit ini adalah Exobasidium vexans Massee (Alexopoulus dan Mims, 1979).

Berbagai cara pengendalian dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini, baik secara mekanis, kultur teknis, biologis, hingga pestisida kimiawi. Penggunaan pestisida kimiawi di satu sisi memberi kemudahan dan hasilnya cepat didapat. Salah satu pestisida kimiawi yang dapat digunakan adalah KOCIDE® 77 WP. Pestisida ini berbahan aktif tembaga hidroksida 77%. 

Tahukah bahwa di sekitar cacar daun teh yang pernah diaplikasi dengan pestisida ini akan menimbulkan resurjensi tungau yang terdapat dalam area pengaplikasian pestisida terkait?

Fungisida yang digunakan untuk mengendalikan penyakit cacar daun teh, seperti KOCIDE® 77 WP, mengandung tembaga (cuprum). Dan fungisida ataupun pestisida yang mengandung cuprum akan menyebabkan tungau mengalami resurgensi. Tahu ‘kan apa itu resurgensi? Resurgensi adalah kondisi suatu hama yang setelah diaplikasikan pestisida tidak mengalami kematian, namun akanmengalami ketahanan dan kemudian akan mengalami peledakan populasi.

Bagaimana pestisida berbahan dasar cuprum ini dapat membuat tungau mengalami resurgensi? Pestisida berbahan aktif cuprum akan membuat tubuh tungau terasa panas, dan hal ini yang menyebabkan tungau akan mengisap cairan daun semakin banyak. Dengan adanya konsumsi cairan daun yang tinggi ini akan membuat tungau mempercepat proses molting. Adanya proses molting yang tinggi inilah maka reproduksi tungau semakin tinggi.

Kalau masih penasaran kebenarannya, silahkan buktikan.

Salam Plant Protection.

One Comment Add yours

  1. Anton says:

    Ulasan yang menarik, terutama tentang resurgensi….untuk itulah perlu dilakukan pengendalian HPT yang berwawasan lingkungan, agar tetap tercipta keseimbangan ekologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s