Jadilah muslim(ah) yang pandai bersyukur …

1. Mungkin banyak muslim(ah) tak sadar bagaimana harusnya bersyukur bisa berada di negara dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam ini.

2. Syariat-Nya bisa ditegakkan tanpa harus memandang sikap orang lain dan tanpa harus mencari daerah tempat tinggal yang mendukung.

3. Panggilan cinta-Nya masih dapat kau dengarkan 5 kali dalam sehari | lantunanayat cinta-Nya menggema di seluruh sudut kota, bahkan desa.

4. Menutup aurat dengan leluasa tanpa harus merasa dicemooh bahkan dikucilkan dengan orang lain, karena toleransi.

5. Tanpa harus menempuh jarak berkilometer untuk menemukan masjid atau bahkan mushola, dan menjadi lebih dekat dengan-Nya.

6. Tanpa harus memikirkan mana halal dan haram dalam mengkonsumsi segala kebutuhan sehari-hari, dengan label halal yang bisa membantu konsumen memilih.

7. Coba renungkan sejenak, pernahkah berfikir tiba-tiba suara adzan tak kau dengar dalam 1 hari, atau bahkan lebih | bagaimana kau bisa menentukan waktu sholat?

8. Bagaimana jika kau harus menikmati Jummah Mubarok tanpa ada lantunan ayat-ayat cinta-Nya yg biasanya selalu terdengar mengiringi masuk waktu sholat Jumat?

9. Bagaimana jika kau jalankan syariat-Nya dengan menutup auratmu tapi orang lain menggunjingkanmu tak hanya di belakang, tapi juga di depanmu?

10. Bagaimana jika masjid terdekat denganmu adalah 11 km dari tempat kamu tinggal? Pernah berfikirkah kapan khotbah Jumat dimulai?

11. Bagaimana jika saat kau mencari makanan, tapi tak pernah ada label halal di produk yg ingin kau beli? Halal kah? Atau haram kah?

12. Jadilah muslim(ah) yang pandai bersyukur, tak banyak muslim(ah) di dunia ini yang seberuntung kita di negeri dengan mayoritas muslim ini.

13. Bukannya bangga dengan kebebasan menutup aurat dengan bersegera berhijab | usut punya usut malah aurat diumbar kemana-mana.

14. Bukannya bangga bagi muslim menjalankan sholat berjama’ah di masjid yang hanya tinggal jalan kaki | usut punya usut malah sholat ditunda, bahkan ada yg hingga bolong.

15. Bukannya bangga dengan menyegerakan wudhu untuk tunaikan sholat berjamaah | usut punya usut malah lebih mementingkan kepentingan dunia.

16. Bukannya bangga dengan menyegerakan berangkat sholat Jumat, saat adzan sudah berkumandang | usut punya usut malah bersegera datang setelah iqomah sudah dikumandangkan

17. Bukannya bangga dengan memilih produk dengan label halal | usut punya usut malah yang dipilih itu berdasarkan “yang penting enak, dan mengenyangkan perut”

18. Jadilah muslim(ah) yang banyak bersyukur, karena semua muslim di dunia memiliki kebebasan dan kelulasaan menjalankan syariat-Nya seperti kita.

19. Bersyukurlah mulai dari hal yang kecil, bersyukurlah dengan ikhlas menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

20. Bersyukurlah bahwa aku muslim, kamu muslim, kita Islam dan bangun diri bersama menjadi Ihsan.

@dsyrahma

Hanoi, 18-22 September 2013
Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s