Jalanku MenujuMu

Tugas 4 : KMO

Oleh : Ernawatililys

Hijrah adalah kata yang sudah tak asing lagi di telinga para muslim(ah). Kata yang semakin sering disebut jika sudah berkaitan dengan masalah seseorang atau bahkan perilaku seseorang. Mengapa demikian? Karena hijrah menurut bahasa artinya berpindah, sedangkan menurut agama berarti sikap atau perbuatan seorang muslim(ah) berpindah dari situasi atau posisi yang kurang baik atau bahkan buruk ke tempat atau sikap yang lebih baik.

Kenapa harus selalu bahas hijrah? Apa sih istimewanya? Banyak orang awam yang kerap mendengar tapi tak memahami atau bahkan mendalami apa makna dari hijrah. Seperti orang pada umumnya, jika mendengar kata hijrah maka yang tercantum dalam benaknya adalah jilbab sebagai penutup aurat, padahal kata ini bermakna lebih mendalam dari itu.

Kehidupan manusia memang tak pernah jauh dari masalah, yang menjadi salah satu bentuk ujian hidup seorang hamba dari Rabb-nya. Dan masalah yang dihadapi seorang manusia dengan manusia yang lain itu tak sama, walaupun ada beberapa hal yang sama, pasti ada kadar yang membedakan yang satu dengan yang lain. Masalah yang dihadapi seorang hamba adalah bentuk ujian dari Allah, dan kadar ujian itu Allah berikan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Allah berfirman, “Allah tidak akan membebani  seorang anak manusia di luar batas kemampuannya.” (Q.S. Al Baqarah: 286).

Mayoritas manusia masih lebih memilih untuk tetap bergelut dengan masalahnya tanpa mencoba mencari jalan keluar yang Allah beri, sedangkan sisanya akan melihat jalan keluar dari Allah yang disebut hidayah. Nah, dari hidayah inilah yang membuat seseorang akan membulatkan tekadnya berhijrah. Awal menjemput hidayah untuk mengambil langkah hijrah itu tidak mudah. Keteguhan iman dan ikhlas-lah menjadi pijakan utama untuk ber-hijrah. Hal inilah yang disebut bahwa dalam hijrah pun kita butuh proses.

Jika kita ingin mengenal lebih dekat dengan hijrah, maka kita lebih baik lebih sering untuk bercermin. Kenapa? Karena sebuah perjalanan hijrah tak hanya mudah untuk dimengerti, tapi juga mudah untuk dipahami, dengan menengok kekurangan diri, baik lahir maupun batin. Semakin banyak kekurangan yang kau terima dalam diri, maka kau akan semakin mengenal lebih dekat dengan hijrah. Dengan bercermin, maka kita akan segera melakukan rencana-rencana besar untuk berubah jadi lebih baik, dan disinilah maka langkah awal mengenal hijrah dimulai.

Hijrah tak hanya berkelut dengan masalah pribadi. Lingkungan yang tak mendukung pun bisa menjadi sebab kita ambil langkah hijrah. Contohnya lingkungan kerja atau lingkungan tempat tinggal. Atasan atau bahkan rekan kerja yang lebih cenderung membawa pengaruh negatif, baik dalam hal kinerja bahkan ibadah, kemudian tetangga yang tidak bisa menghormati orang lain, sikap bahkan aktivitasnya meresahkan kita atau keluarga kita, adalah contoh beberapa kasus yang menjadi pertimbangan kita untuk melakukan hijrah.

Seorang muslim(ah) yang notabene sebagai manusia pasti melakukan kesalahan. Dan kesalahan yang jelas berdosa, maka seorang muslim(ah) haruslah segera bertaubat untuk menyesali kesalahan yang telah diperbuatnya. Allah berfirman, “Setiap anak Adam (cenderung) berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertaubat” (Q.S. At-Taubat : 104). Dan sebaik-baik taubat seorang hamba terhadap dosa-dosa yang telah diperbuat adalah dengan taubat nasuha. Setelah bertaubat tentu seorang muslim(ah) tak akan mengulanginya lagi, dan disinilah hijrah berperan penting dengan adanya perubahan sikap atau dengan perpindahan tempat.

Namun tak jarang hijrah dilakukan dengan niat yang tak semestinya, seperti untuk menarik perhatian orang lain, terlebih orang yang disuka. Kasus yang kerap terjadi dikalangan remaja adalah hijrah yang dilakukan untuk menarik perhatian orang yang disuka. Hanya untuk menyamai tingkat ilmu, menjadi sesosok yang diidamkan oleh orang yang disuka, maka dia rela berhijrah agar dia mendapat perhatian dari sosok yang disukainya tersebut. Hal seperti inilah yang membuat suatu proses hijrah menjadi satu langkah yang kurang berkah, karena perubahan yang dilakukan adalah untuk orang lain, yang notabene adalah sesama makhluk ciptaan Allah. Inilah yang keliru. Semoga kita tidak termasuk yang demikian.

Hijrahmu untuk berbenah jadi lebih baik lagi,
Bukan untuk mencari perhatian insani,
Karena yang demikian itu tidak diridhoi Illahi.

Nah, bagaimana sich hijrah yang benar? Hijrah dilakukan dengan melangkah menuju lembaran baru, meninggalkan masa lalu, menjauhkan diri dari lingkungan yang negatif dan memperbaiki diri untuk menjadi hamba yang lebih baik lagi. Dan hijrah terindah adalah jika Allah dijadikan niat awal untuk berhijrah, hanya mengharap ridho-Nya, bukan yang lain. Allah berfirman, “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujahirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. (QS. Al-An’fal : 74).

Nah, sudah jelaskan apa itu hijrah, latar belakang seseorang berhijrah dan cara hijrah yang benar. Niatkan karena Allah dan untuk mengharapkan ridho Allah, maka insya Allah ampunan dan rezeki yang dijanjikan Allah akan ada digenggaman. Jadi, siap ‘kan untuk berhijrah?

Yogyakarta, 7Juni 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s